Rabu, 02 Oktober 2013

Penyetaraan Reaksi Redoks Dengan Cara BILOKS

PENYETARAAN REAKSI REDOKS DENGAN CARA BILOKS


Penyetaraan Reaksi Redoks. Persamaan reaksi yang melibatkan redoks biasanya sukar untuk disetarakan dengan cara biasa sebagaimana Anda pelajari di Kelas X, tetapi memerlukan metode khusus. Ada dua metode untuk menyetarakan reaksi redoks, yaitu metode perubahan biloks (P ) dan metode setengah reaksi. Metode PBO melibatkan perubahan biloks, sedangkan metode setengah reaksi melibatkan pelepasan dan penerimaan elektron.
1. Penyetaraan Reaksi Redoks Metode PBO. Metode ini didasarkan pada kekekalan muatan, yakni kenaikan biloks atom teroksidasi harus sama dengan penurunan biloks atom tereduksi. Perhatikanlah persamaan reaksi redoks berikut.
HNO3 + Cu2O ⎯→⎯ Cu(NO3)2 + NO + H2O
Atom yang mengalami perubahan biloks dapat ditentukan melalui pemeriksaan setiap atom. Dari hasil ini diketahui bahwa atom N dan Cu mengalami perubahan biloks.
Berdasarkan prinsip kekekalan muatan, setiap atom yang mengalami perubahan biloks harus disetarakan dengan cara mengubah koefisien reaksinya. Atom yang tidak mengalami perubahan biloks tidak perlu disetarakan pada tahap penyetaraan biloks, tetapi disetarakan pada tahap akhir untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa.
Pada persamaan reaksi tersebut, biloks atom N berubah dari +5 menjadi +2 (terjadi penurunan biloks sebesar 3 satuan). Pada atom Cu, terjadi perubahan biloks dari +1 menjadi +2 (terjadi kenaikan biloks). Oleh karena ada dua atom Cu, kenaikan total biloks Cu adalah 2 satuan. Perubahan biloks atom-atom pada reaksi tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk diagram berikut.
Oleh karena kenaikan biloks Cu harus sama dengan penurunan biloks N maka atom Cu harus dikalikan dengan faktor 3. Atom N dikalikan dengan faktor 2 sehingga diperoleh:
Persamaan reaksi menjadi:
2HNO3 + 3Cu2O ⎯→⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O
Walaupun atom N yang mengalami perubahan biloks telah disetarakan, tetapi ada atom N lain yang muncul sebagai ion NO3 dalam senyawa Cu(NO3)2. Untuk memenuhi kekekalan massa, kekurangan 12 ion NO3 disetarakan dengan menambahkan 12 molekul HNO3 pada ruas kiri sehingga persamaan menjadi:
14HNO3 + 3Cu2O ⎯→⎯ 6Cu(NO3)2 + 2NO + H2O
Atom N dan Cu sudah setara, tetapi molekul H2O belum setara. Untuk menyetarakannya, samakan atom H atau O pada kedua ruas dengan mengubah koefisien H2O. Persamaan reaksi menjadi:
14HNO3(aq) + 3Cu2O(s) ⎯→⎯ 6Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 7H2O(l)
Dengan demikian, reaksi-reaksi kimia yang melibatkan reaksi redoks dapat disetarakan.
Tahap-tahap untuk menyetarakan persamaan reaksi dengan cara PBO adalah sebagai berikut.
1. Tentukan biloks semua atom untuk mengetahui atom-atom mana yang mengalami perubahan biloks.
2. Pasangkan oksidator dan produknya, reduktor dan produknya menggunakan diagram seperti pada contoh.
3. Tambahkan koefisien pada pasangan tersebut jika terjadi perbedaan jumlah atom (seperti pada atom Cu).
4. Tentukan perubahan biloks, baik reduktor maupun oksidator. Nilai perubahan ini merupakan faktor penyetara, yang dikalikan dengan koefesien reaksinya.
5. Setarakan atom-atom lain yang tidak mengalami reduksi dan oksidasi untuk memenuhi Hukum Kekekalan Massa.
6. Periksalah apakah persamaan sudah setara, baik massa maupun muatannya.
Contoh Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Metode PBO
Logam seng bereaksi dengan asam nitrat menurut reaksi berikut.
Zn(s) + 2HNO3(aq) ⎯→ Zn(NO3)2(aq) + H2 (g)
Setarakan persamaan reaksi redoks tersebut dengan metode PBO.
Jawab:
Tahap 1
Menentukan atom yang mengalami perubahan biloks. Pada reaksi ini atom Zn dan N
Tahap 2–3
Menentukan pasangan oksidator dan reduktor serta menyetarakan jumlah atomnya.
Tahap 4
Menentukan nilai perubahan biloks dan menyetarakannya.
Hasil penyetaraan muatan adalah
4Zn + HNO3 ⎯→ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3
Tahap 5
Setarakan atom-atom yang lain dengan cara memeriksa jumlah atom-atomnya.
Atom N: ada 10 atom N di ruas kanan, tambahkan 9 HNO3 di ruas kiri agar atom N sama dengan ruas kanan.
4Zn + 10HNO3 ⎯→ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3
Atom O: ada 30 atom O di ruas kiri dan 27 atom O di ruas kanan, tambahkan 3 H2O di ruas kanan sehingga jumlah atom O sama.
4Zn + 10HNO3 ⎯→ 4Zn(NO3)2 + NH4NO3 + 3H2O
Atom H juga harus disetarakan dengan cara memeriksanya di kedua ruas. Persamaan reaksi yang sudah setara dan lengkap dengan fasanya adalah sebagai berikut.
4Zn(s) + 10HNO3(aq) ⎯→⎯ 4Zn(NO3)2 (aq) + NH4NO3(aq) + 3H2O(l)
Tahap 6
Periksalah apakah persamaan reaksi redoks di atas sudah memenuhi kekekalan massa dan muatan.
2. Penyetaraan Reaksi Redoks Metode Setengah Reaksi
Penyetaraan persamaan redoks dengan metode setengah reaksi didasarkan pada transfer elektron. Untuk mengetahui jumlah elektron yang ditransfer dilakukan pemisahan persamaan ke dalam dua setengah reaksi. Masing-masing setengah reaksi disetarakan, kemudian digabungkan kembali untuk memperoleh persamaan reaksi redoks yang setara, baik muatan maupun massanya.
a. Reaksi Redoks dalam Suasana Asam
Tinjau reaksi ion MnO4 dan Fe2+ dalam suasana asam dengan persamaan kerangka sebagai berikut.
MnO4 + Fe2+ ⎯→ Mn2+ + Fe3+
Tahap-tahap penyetaraan dengan metode ini adalah sebagai berikut.
1. Memisahkan persamaan kerangka ke dalam dua setengah reaksi. Setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi.
MnO4 ⎯⎯→ Mn2+ (reaksi reduksi)
Fe2+ ⎯⎯→ Fe3+ (reaksi oksidasi)
2. Menyetarakan jumlah atom-atomnya sesuai Hukum Kekekalan Massa.
3. Menyetarakan muatan listrik (kekekalan muatan) dengan cara menambahkan elektron pada ruas kiri (untuk reaksi reduksi) dan ruas kanan (untuk reaksi oksidasi).
4. Menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menyetarakan persamaan reaksi, baik muatan maupun massanya.
b. Penyetaraan Setengah Reaksi Reduksi. Pada setengah reaksi reduksi, atom Mn disetarakan dengan cara menyamakan koefisien pereaksi dan produknya. Penyetaraan atom O dilakukan dengan menambahkan H2O pada ruas kanan.
MnO4 ⎯⎯→ Mn2+ + 4H2O
Kelebihan atom H di ruas kanan disetarakan dengan menambahkan asam (ion H+) pada ruas kiri (ingat suasana asam).
MnO4 + 8H+ ⎯⎯→ Mn2+ + 4H2O
Muatan listrik di ruas kiri ada +7 dan di ruas kanan ada +2. Untuk menyetarakannya, tambahkan lima elektron pada ruas kiri.
MnO4 + 8H+ + 5e ⎯⎯→ Mn2+ + 4H2O (setengah reaksi reduksi)
Periksalah apakah persamaan sudah setara muatan dan massanya.
c. Penyetaraan Setengah Reaksi Oksidasi
Setengah-reaksi oksidasi untuk besi sudah setara ditinjau dari jumlah atom, tetapi muatannya belum setara. Jadi, tambahkan satu elektron pada ruas kanan persamaan.
Fe2+ ⎯⎯→Fe3+ + e (setengah reaksi oksidasi)
Tahap akhir adalah menggabungkan kedua setengah reaksi untuk menghilangkan elektron dalam kedua setengah reaksi sebab elektron tidak muncul dalam persamaan reaksi netral. Penghilangan elektron dapat dilakukan dengan perkalian silang jumlah elektronnya.
Persamaan akhir menjadi:
MnO4 + 8H+ + 5Fe2+ ⎯⎯→ Mn2+ + 5Fe3+ + 4H2O
Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara.
Contoh Penyetaraan Persamaan Redoks dalamSuasana Asam dengan Metode Setengah Reaksi
Setarakan reaksi redoks berikut menggunakan metode setengah reaksi yang diasumsikan terjadi dalam suasana asam.
CH3OH + Cr2O72– ⎯⎯→ CH2O + Cr3+
Jawab:
Tahap 1
CH4O ⎯⎯→ CH2O (reaksi oksidasi)
Cr2O72– ⎯⎯→ Cr3+ (reaksi reduksi)
Tahap 2
CH4O ⎯⎯→ CH2O + 2H+
Cr2O72– + 14H+ ⎯⎯→ 2Cr3+ + 7H2O
Tahap 3
CH4O → CH2O + 2H+ + 2e
Cr2O72– + 14H+ + 6e ⎯⎯→2Cr3+ + 7H2O
Tahap 4
CH4O ⎯⎯→ CH2O + 2H+ + 2e (× 3)
Cr2O72– + 14H+ + 6e ⎯⎯→ 2Cr3+ + 7H2O (× 1)
3CH4O + Cr2O72– + 8H+ ⎯⎯→ 3CH2O + 2Cr3+ + 7H2O
Pemeriksaan muatan dan massa:
EvaluasiRuas KiriRuas Kanan
Muatan6+6+
Atom C33
Atom H2020
Atom O1010
Atom Cr22
Dengan demikian, kekekalan muatan dan massa terpenuhi.
d. Reaksi Redoks dalam Suasana Basa atau Netral
Penyetaraan reaksi di atas terjadi dalam suasana asam. Cirinya adalah penambahan ion H+ ketika penyetaraan. Bagaimana menyetarakan reaksi redoks dalam suasana basa atau netral? Penyetaraan setengah-reaksi dalam suasana basa atau netral dilakukan dengan menambahkan basa (ion OH), untuk menyetarakan atom O atau H. Tinjaulah reaksi berikut yang dilakukan dalam suasana basa.
MnO4 + SO32– ⎯⎯→ MnO2 + SO42–
Caranya sama seperti dalam suasana asam. Akan tetapi, setelah reaksi digabungkan, untuk menyetarakan atom O dan H ditambahkan OHpada kedua ruas persamaan.
Contoh Penyetaraan Reaksi Redoks dalam Suasana Basa dengan Metode Setengah Reaksi
Setarakan reaksi berikut menggunakan metode setengah reaksi dalam suasana basa. Persamaan kerangkanya:
MnO4 + SO32– ⎯⎯→ MnO2 + SO42–
Jawab:
Tahap 1
MnO4 ⎯⎯→ MnO2 (reaksi reduksi)
SO32– ⎯⎯→ SO42– (reaksi oksidasi)
Tahap 2
MnO4 + 4H+ ⎯⎯→ MnO2 + 2H2O
SO32– + H2O ⎯⎯→ SO42– + 2H+
Tahap 3
MnO4 + 4H+ + 3e ⎯⎯→ MnO2 + 2H2O
SO32– + H2O ⎯⎯→ SO42– + 2H+ + 2e
Tahap 4
MnO4 + 4H+ + 3e ⎯⎯→ MnO2 + 2H2O (× 2)
SO32– + H2O ⎯⎯→ SO42– + 2H+ + 2e (× 3)
2MnO4 + 2H+ + 3SO32– ⎯⎯→ 2MnO2 + H2O + 3SO42–
Pada persamaan di atas terdapat 2H+. Untuk menetralkannya tambahkan 2OHpada kedua ruas persamaan. Persamaan menjadi:
2MnO4 + (2H+ + 2OH) + 3SO32– ⎯⎯→ 2MnO2 + H2O + 3SO42– + 2OH
Penambahan OH akan menetralkan H+ menjadi H2O. Oleh karena di ruas kanan ada H2O maka terjadi penghilangan H2O pada salah satu ruas sehingga persamaan menjadi:
2MnO4 + H2O + 3SO32– ⎯⎯→ 2MnO2 + 3SO42– + 2OH
Periksalah apakah muatan dan massanya sudah setara sesuai kaidah kekekalan.
EvaluasiRuas KiriRuas Kanan
Muatan88
Atom Mn22
Atom S33
Atom O1818
Atom H22

Rabu, 03 April 2013

4 STRATEGI SUKSES HADAPI UN 2013

4 STRATEGI  SUKSES HADAPI UN  2013

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang Ujian Nasional (UN) 2013, siswa tahun akhir di berbagai jenjang terus mempersiapkan diri agar dapat menaklukkan berbagai soal yang diujikan sehingga dapat lulus dan tidak perlu mengulang. Namun, tanpa strategi persiapan yang tepat, hasilnya tentu tidak akan optimal pada saat ujian.

Pemerhati Pendidikan, Saufi Sauniwati, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para siswa saat tengah mempersiapkan diri. Pasalnya, terkadang anak-anak belajar dengan "menghajar" semua materi yang ada tanpa strategi yang benar sehingga justru tidak fokus pada pelaksanaannya.

"Semuanya ada strategi. Materi yang akan diujikan itu banyak sekali. Kalau belajar tanpa strategi, efeknya saat UN nanti tidak baik," kata Saufi saat Peluncuran Portal Latihan Ujian.com di FX Lifestyle Center, Jakarta, Selasa (26/3/2013).

1. Tak sekadar menghafalLangkah pertama adalah penguasaan bahan yang akan diujikan. Yang dimaksud pada penguasaan bahan ini bukan sekadar menghafal semua materi yang ada. Namun, agar lebih mudah, biasakan diri berlatih soal untuk mengaplikasikan rumus yang ada dengan tepat.

"Sekarang semuanya dihafal, tapi tidak pernah dipraktikkan. Saat harus mengaplikasikan, pasti akan ada kesulitan," jelas Saufi.

2. Rajin evaluasi diri
Langkah kedua adalah rajin melakukan evaluasi diri. Ini berkaitan dengan latihan soal yang dilakukan oleh siswa. Latihan saja tidak cukup apabila tidak dievaluasi dengan baik. Evaluasi ini tidak hanya sekadar menilai benar dan salah, tetapi juga harus dievaluasi durasi pengerjaan soalnya.

3. Istirahat juga dong...
Langkah ketiga adalah membagi waktu antara belajar dan melepaskan penat. Saat menjelang UN, anak-anak biasanya belajar tiada henti dan ikut berbagai macam try out. Hal ini akan bermasalah jika tidak ada jeda untuk meregangkan pikiran dan dapat berakibat anak mengalami stress.

4. Berdoa
Langkah terakhir tentu saja berdoa agar diberi kelancaran. Tidak heran jika banyak sekolah yang kemudian menggelar doa bersama saat menjelang UN. Dengan berdoa ini, siswa dan guru dapat memperoleh ketenangan tersendiri sebelum dan saat UN.

Jumat, 08 Maret 2013

Senin, 11 Februari 2013

Minggu, 25 November 2012

Hari Guru Ke-67

..


Kemarin tepatnya 25 November 2012 para pahlawan tanpa tanda jasa merayakan Hari Jadinya yang ke-67

Salah satu sahabat mengirimkan tulisannya berisi

"Yang hidup dalam jiwa mu adalah "CINTA  & KASIH SAYANG" menyejukan bagai embun di pagi  hari. Darma Baktimu mengukir generasi bangsa  tanpa pamrih & tak kenal akhir...Engkau menjadi Inspirasi Hidup, Idola, Pengobar Semangat bagi anak didikmu...Bagai pelita di malam hari, perjuanganmu mencerdaskan anak bangsa... Engkau Layak dianugerahi" PAHLAWAN PEMBANGUNAN INSAN CENDEKIA" SELAMAT HARI GURU NASIONAL KE -67........

Rabu, 21 November 2012

Denaturasi Dan Renaturasi


Kebanyakan  fungsi protein sangat bergantung pada struktur dan bentuk tiga dimensinya.

Putih telur mengandung sekitar 85% air, 10% protein (termasuk albumin), dan sisanya karbohidrat, mineral, dan lipid. Jika protein albumin dalam putih telur dipanaskan pada suhu 60-70 C, maka protein akan mengalami denaturasi berupa koagulasi. Pendinginan tidak akan mengembalikan kebentuk awalnya
Perhatikan gugus heme dari struktur hemoglobin dibawah ini
  Apabila salah satu gugus --R pada struktur ini diganti, maka akan mengakibatkan terjadinya perusakan ikatan subsidiari yang lebih lama sehingga terjadi perubahan bentuk. Perubahan ini disebut DENATURASI. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan denaturasi antaralain perubahan suhu dan pH serta penambahan pelarut organik. Kebanyakan denaturasi merupakan reaksi yang tidak dapat balik. Sebagian lagi dapat dikembalikan ke bentuk awal melalui proses yang disebut RENATURASI.

HIMNE SMA YP UNILA

  HYMNE SMA YP UNILA Ciptaan/Lirik : Bapak Riyan Hidayatullah Aransemen : Bapak Riyan Hidayatullah dan Pandu Watu Alam Produksi : Key9 Studi...